Di ruang tunggu lantai atas, Elang masih duduk di samping Arumi yang hampir tertidur. Sesekali ia menepuk tangan Arumi yang menjuntai di sisi kursi, memastikan ia tidak jatuh.Arumi duduk di salah satu sofa, tubuhnya mulai lemas karena kelelahan. Matanya mulai terasa berat, kepalanya mulai terasa ringan.Elang duduk di sampingnya, sesekali menatap Arumi dengan khawatir. “Kamu istirahat aja, Arumi,” katanya pelan. “Aku nggak akan kemana-mana.”Arumi mengangguk, tapi tubuhnya sudah tidak bisa diajak kompromi. Kelopak matanya mulai terpejam, kepalanya perlahan tertunduk ke depan. Dalam hitungan detik, ia mulai terlelap.Lalu tiba-tiba saja, tubuhnya oleng ke samping, hampir terjatuh dari sofa.Elang seketika bergerak cepat. Tangannya menahan bahu Arumi dengan sigap, mencegah gadis itu jatuh ke lantai. Arumi tersentak, matanya terbuka lebar karena kaget.“Ma-maaf, Mas Elang,” katanya sambil mengatur napa
Última actualización : 2026-08-18 Leer más