Pick-up hitam berhenti pelan di halaman rumah. Arumi turun dengan hati-hati, Salju masih nyaman di gendongannya. Anjing putih kecil itu mendengkur pelan, menikmati hangatnya pelukan Arumi.“Kita sudah sampai, Salju,” bisik Arumi sambil mengelus kepalanya. “Ini rumah barumu.”Namun, begitu kaki Arumi menginjak tanah, Oren melesat keluar dari pintu rumah. Mata kucing itu membulat melihat makhluk berbulu putih di tangan tuannya. Dalam sekejap, Salju melompat turun dari gendongan Arumi dan berdiri dengan kaki-kaki mungilnya.Guk! Guk! Guk!Salju menggonggong dengan suara kecil tapi nyaring ke arah Oren. Oren mendesis, bulunya berdiri, punggungnya melengkung seperti busur.“Salju, diam!” Arumi mencoba menenangkan. Tapi Salju terus menggonggong, ekornya tegak, matanya menatap Oren dengan waspada. Oren tidak mau kalah, ia mendesis lebih keras, kukunya terulur siap mencakar.“Sudah, sudah!” Arumi memegang ke
Última actualización : 2026-08-09 Leer más