"Eh... tidak usah, Tante. Saya tunggu di parkiran saja. Atau Tante beres-beres sendiri dulu, nanti kalau sudah selesai tinggal panggil saya,” tolak Reyhan cepat seraya melangkah mundur satu pijakan mendekati motornya.Tante Mia melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga aroma lavendernya kembali memenuhi indra penciuman Reyhan. Tangan mewahnya yang berhias cat kuku merah terulur, mendarat pelan di dada bidang Reyhan, mengusapnya dengan gerakan memutar yang sangat lembut."Kenapa harus tunggu di bawah yang pengap begini, Rey? Di atas dingin, ada AC. Lagipula, Tante kan butuh bantuanmu buat geser beberapa barang kecil. Cuma sebentar, kok. Kamu tega membiarkan Tante yang sudah tua ini angkat-angkat sendiri?" bisik Tante Mia, suaranya serak dan manja. Matanya mendongak, menatap lurus ke manik mata Reyhan dengan pendar gairah yang tak lagi ditutupi."Tapi Tante... tidak enak kalau ada yang lihat," gumam Reyhan. Suaranya mulai melemah, tenggorokannya mendadak terasa keri
Last Updated : 2026-09-13 Read more