Valerie menarik napas dalam-dalam, lalu memasang ekspresi ragu-ragu, sengaja dibuat seolah-olah dia luluh oleh permohonan tersebut, padahal dia sedang memegang kendali atas rahasia terbesar Nadia.Valerie membungkuk perlahan, melepaskan cengkeraman tangan Nadia dari mantelnya dengan gerakan dingin."Yaudah, Mbak... bangun. Aku diam… Aku nggak akan ngomong apa-apa ke Kak Reyhan atau ke siapa pun hari ini,” ucap Valerie dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, meski tatapan matanya menyiratkan peringatan keras.Wajah Nadia seketika berbinar di tengah air matanya. Rasa lega yang luar biasa langsung menyeruak di dadanya, mengira dia telah berhasil menyelamatkan diri dari jurang kehancuran."Beneran, Val? Kamu janji?" tanya Nadia memastikan, buru-buru berdiri sambil menyeka pipinya."Iya, aku janji. Tapi ingat omongan Mbak sendiri. Jangan sampai aku berubah pikiran waktu lihat Mbak terus-terusan nutupin kebohongan ini dari Kak Reyhan,” balas Valerie tenang, menyilangkan tangannya
Last Updated : 2026-10-25 Read more