Erika memegang tabletnya makin erat, wajahnya memerah menahan malu karena beberapa karyawan yang melintas mulai melirik ke arah mereka.Reyhan tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Dia justru menyunggingkan senyum sinis yang amat dingin, menatap Nadia dari atas ke bawah dengan pandangan merendahkan."Erika, Kamu kembali ke meja kamu sekarang. Biar saya yang urus wanita ini,” panggil Reyhan tanpa memalingkan wajah dari Nadia."Baik, Pak Reyhan," bisik Erika cepat, lalu bergegas pergi meninggalkan koridor itu dengan langkah terburu-buru.Nadia hendak mengejar Erika, namun Reyhan mencengkram pergelangan tangan Nadia dengan kuat, menahannya di tempat."Lepasin aku, Rey!" geram Nadia."Kamu makin menyedihkan, Nad. Kamu menuduh orang lain godain aku, padahal kamu sendiri panik karena posisimu di rumah dan di perusahaan ini sudah makin hancur. Bukan Erika yang merusak hubungan kita... tapi kelakuan kamu dan Aris yang bikin kamu kehilangan aku sepenuhnya,” Tubuh Nadia seketika memb
Terakhir Diperbarui : 2026-10-16 Baca selengkapnya