Mendengar bisikan Tante Mia, dada Reyhan seketika bergemuruh. Namun, sebagai pria yang terbiasa mengendalikan emosi di tengah konflik panas, raut wajahnya tetap tenang bagaikan permukaan air yang tenang namun menyimpan kedalaman mematikan.‘Hamil...? Mana mungkin? Selama tiga bulan terakhir ini gue nggak pernah sekalipun menyentuh Nadia,’ batin Reyhan berbisik dingin, sebuah kilatan amarah dan keheranan menyambar otaknya. Kemungkinan demi kemungkinan berputar cepat di kepala Reyhan. Mual-mual sejak semalam, ketakutan luar biasa saat diajak ke dokter, hingga kebohongan soal asam lambung, semuanya mendadak menyatu membentuk sebuah kenyataan yang amat menjijikkan. Nadia telah berkhianat, dan wanita itu kini mengandung anak dari pria lain.Reyhan terkekeh pelan, menyunggingkan senyum tipis yang sengaja dibuat sesantai mungkin untuk menutupi gejolak di dadanya."Ah, nggak mungkin, Tante. Udah biasa Nadia kayak gitu kalau lagi stres atau telat makan. Asam lambungnya memang parah,” sahut
Last Updated : 2026-10-24 Read more