"Map sudah di tangan Tuan Ken." Mateo menyampaikannya lewat earpiece. Davin mengangguk lalu menatap Alsava dan Adrian serius. "Bagus. Kita langsung bergerak sekarang,” ucapnnya ke Mateo. Mateo langsung melaporkannya ke Tuan Ken. Mobil van hitam itu berhenti di balik tembok belakang markas. Adrian duduk di kursi tengah, memeluk tasnya. Alsava di sampingnya, jaket gelap menutupi bahunya. "Nona, kamu tidak harus ikut masuk," bisik Adrian. "Aku harus, Om." Alsava kekeh. Bahkan semangatnya sudah menyala jauh sebelum mereka bergerak. "Ayahmu pasti tidak mau kamu terluka." "Ayah juga tidak mau pembunuhnya dibiarkan bebas." Alsava menatap lurus ke depan. "Om Davin, rutenya?" Davin membuka sketsa yang digambar Ken. "Lewat pintu servis, naik tangga darurat, lalu koridor timur. Titik Marveen ada di ujungnya." "Berapa penjaga?" tanya Alsava lagi. "Kalau pengiriman berjalan lancar, hampir tidak ada. Tuan Ken akan membuat mereka sibuk,” balas Davin sambil melirik kearah luar. Memastikan b
Last Updated : 2026-10-04 Read more