Belum lama Arkana kembali duduk di kursi sudut ruangan, pintu kamar rawat itu terbuka pelan. Seorang pria melangkah masuk dengan wajah cemas, masih mengenakan seragam dokter yang bagian atasnya sudah dilepas dan digantung di lengan, tas medis di satu tangan serta kantong berisi makanan dan susu di tangan satunya. “Al, aku habis jaga poli, langsung lari ke sini begitu dengar beritanya,” bisik Satria pelan, suaranya lembut namun tegas. Langkahnya mantap langsung menghampiri tempat tidur Arka. Pria itu menyentuh dahi anak kecil itu dengan punggung tangannya, lalu mengecek selang infus dan tetesan obat dengan gerakan cekatan, terlatih, dan sangat hati-hati. “Syukurlah suhunya sudah turun mendekati normal. Aku bawa obat tambahan yang dosisnya lebih aman buat anak usia segini, nanti aku jelaskan detailnya ke dokter yang jaga.” Alika menghela napas panjang, rasa lelah dan sesak di dadanya sedikit berkurang melihat kehadiran sahabatnya itu. “Terima k
Last Updated : 2026-07-26 Read more