Alika masih terpaku di balik pilar, matanya tak bisa lepas dari cincin berlian besar di jari Nadia. Sangat sakit rasanya, sampai napasnya jadi sesak."Kamu ngapain bersembunyi di situ? Sini, kenalan dulu sama calon nyonya yang sesungguhnya di rumah ini," seru Nadia tiba-tiba, sambil tersenyum manis tetapi matanya sangat tajam. Dia jelas sudah tahu Alika ada di sana dari tadi.Alika kaget, tidak ada pilihan lain selain melangkah keluar pelan-pelan. Dia hanya bisa menunduk, berusaha menahan air mata yang sudah hampir jatuh."Jadi ini dia istri kontrak yang kamu bilang itu, Arkana?" Nadia berjalan mendekat, melirik Alika dari ujung kepala sampai kaki dengan tatapan meremehkan. "Kirain siapa yang berani menempelkan diri di sini, ternyata cuma perempuan udik begini saja. Huh, tidak selevel banget sama aku," ucap Nadia meremehkan."Dia tidak menempelkan diri, Nadia," potong Arkana cepat, lalu menatap Alika dingin. "Dia di sini hanya menjalankan kesepakatan saja. Tidak lama lagi dia juga akan per
Last Updated : 2026-07-11 Read more