Sejak hari itu, Arkana tak lagi datang dengan wajah tegang atau nada memaksa. Ia mulai belajar menarik hati Arka,dia sadar hati anak kecil itu tak bisa dibuka dengan paksaan, hanya ketulusan yang bisa meruntuhkan temboknya. Setiap pagi ia duduk diam di mobil seberang rumah Alika, menanti tanpa berani mengganggu. Suatu hari ia bertekad mencari tahu hal-hal kecil yang disukai anak itu, lalu mampir menemui guru kelas TK Arka. "Selamat pagi, Bu Guru," sapa Arkana sopan sambil menunduk sedikit. "Maaf mengganggu sebentar. Saya hanya ingin bertanya, apa yang paling disukai Arka saat bermain?" Bu Guru tersenyum ramah. "Selamat pagi, Pak. Arka sangat suka menggambar, terutama pemandangan laut. Warna kesukaannya biru, dan ia lebih senang hal-hal yang sederhana, tidak berlebihan." "Terima kasih banyak, Bu," jawab Arkana dengan senyum lega. "Informasi ini sangat berarti bagi saya."" Sama-sama pak, emmm maaf kalau b
Last Updated : 2026-08-13 Read more