Tanpa ragu Bianca menarik pergelangan tanganku. Tarikannya lembut tapi pasti, sampai tubuhku terdorong dan duduk di tepi ranjang bersamanya.Terlalu dekat.Aroma parfumnya bukan parfum murah. Mahal. Lembut. Tapi begitu masuk ke hidung, kepalaku langsung pusing. Wajahnya hanya sejengkal dari wajahku. Kulitnya bersih, bibirnya merah muda, matanya menatapku tanpa berkedip. Seolah sedang menimbang.Tangannya turun. Mendarat di pahaku. Hangat. Jari-jarinya bergerak pelan, seperti menguji. Lengan kami bersentuhan dan ruangan itu mendadak kehilangan suara.“Maksud Tante apa?” Suara aku keluar pelan, mencoba menahan gugup. Aku berusaha terdengar tenang, tapi gagal.Bianca tersenyum tipis. “Aku tahu kamu anak kos. Masih baru kuliah, ya?”Aku terkejut. "Kok Tante tahu?""Karena aku memperhatikan." Ia menunduk, memainkan ujung jarinya di pahaku. "Kamu tiap pulang kuliah selalu lewat depan butikku. Beli indomie, duduk di depan kos, baca buku sambil nunggu jemuran kering."Darahku berdesir. Aku
Last Updated : 2026-07-10 Read more