"Jadi 'kan, Pa, kita renangnya?" Suara polos Zio memecah keheningan yang sempat membeku di tepi kolam. Bocah itu mendongak, menatap sang ayah dengan binar mata menuntut janji.Aldi mengangguk pelan. Sebuah senyuman tipis yang terasa begitu berat dipaksakan mengukir bibirnya. "Iya, jadi." Namun, di balik senyum kaku itu, pendar mata Aldi mencuri pandang, menatap intens pada tiga jemari kiri Sena yang terbalut perban putih tebal. Ada rasa bersalah yang menusuk dadanya saat menyadari luka fisik itu tercipta di tengah kekacauan yang ia buat sendiri sore tadi. Sementara Sena yang sadar betul menjadi pusat perhatian bisu Aldi, buru-buru mengusap kasar wajahnya yang basah dengan telapak tangan kanan. Ia menarik napas panjang, mencoba memungut sisa-sisa harga diriny
Last Updated : 2026-09-15 Read more