Pintu kamar utama terbuka lebar hanya dalam hitungan detik. Aldi berdiri di ambang pintu dengan wajah bantalnya. Tatapan dingin yang tadi ia pasang di dalam kabin pesawat menguap habis, berganti menjadi raut terkejut saat mendapati Sena berdiri gemetar dengan wajah pucat pasi."Hei, ada apa?" tanya Aldi, suaranya yang dalam melunak seketika melihat gadis di depannya hampir kehilangan keseimbangan."M-mas. Arya," suara Sena tercekat di tenggorokan, air mata yang ia tahan akhirnya pecah. "Arya menelpon saya. Suaranya aneh tadi di telepon... Dia seperti dalam bahaya." Aldi tak membiarkan Sena menyelesaikan kalimatnya yang terputus-putus oleh isakan. Tanpa ragu, tangan kokohnya terulur menahan kedua bahu Sena, menuntun gadis itu menuju sofa yang ada di depan kamarnya."Tenang. Bernapas pelan-pelan," bisik Aldi tegas namun lembu
Last Updated : 2026-09-11 Read more