Langkah kaki Sena terasa berat saat menyusuri gang sempit menuju kontrakan sederhananya. Udara siang terasa terik dan menyengat, membakar kulitnya sembari membawa kelelahan yang bertumpuk. Sebelum resmi memulai peran barunya hari ini, ia menyempatkan diri singgah, memastikan keadaan sang adik. Di dalam ruangan berukuran empat kali lima meter itu, Arya sedang duduk di tepi ranjang, merapikan perban di kakinya dengan cermat. Sena berlutut di hadapan adiknya, merengkuh jemari Arya yang kurus. Rasa bersalah yang teramat sangat mendadak merayapi relung dadanya."Maafin Mbak ya, Ya. Mbak enggak bisa rawat kamu dengan maksimal," ucap Sena lirih, menatap mata Arya dengan binar penyesalan.Arya menggeleng pelan. Senyum hangat terbit di wajah pucatnya. "Enggak pa-pa, Mbak. Aku justru makasih banget sama Mbak karena sekarang bela-belain ambil job ekstra buat operasi lanjutan aku." Sena menelan saliva yang terasa mengganjal di tenggorokan. Kebohongan kecil demi
Terakhir Diperbarui : 2026-08-23 Baca selengkapnya