Arash melangkah terburu-buru menuju mobil Rian yang terparkir di belakang kendaraannya. Pikirannya kacau, dipenuhi berbagai kemungkinan yang terus berputar di kepalanya. Bagaimana bisa mobil Gisel berada di rumah Laras, sementara wanita itu sendiri tidak bisa dihubungi sejak kemarin?"Rian, kita ke rumah Laras sekarang pakai mobil kamu. Mobil saya biar ditinggal di sini," perintah Arash cepat sambil membuka pintu penumpang depan.Rian yang melihat raut wajah atasannya langsung mengangguk. Ia bisa melihat jelas kepanikan yang berusaha disembunyikan Arash."Baik, Pak."Rian segera masuk ke sisi pengemudi. Setelah nya, mobil Rian meninggalkan halaman rumah Gisel dan melaju menuju kediaman Laras.Sepanjang perjalanan, Arash hanya diam sambil menatap keluar jendela. Jemarinya saling bertaut erat, sementara salah satu kakinya terus bergerak gelisah. Pikirannya tidak bisa berhenti memikirkan Gisel."Bapak yakin tidak mau kasih tahu Bu Dara dulu?" tanya Rian setelah beberapa saat. "Mungkin le
Last Updated : 2026-09-09 Read more