“Nggak usah, Mas. Aku pulang saja,” ujar Laras pelan, memecah keheningan ruang tamu. Suaranya terdengar penuh sungkan. “Aku nggak mau terus merepotkan banyak orang. Lagipula, aku masih bisa menjaga diri di rumah.” “Jangan pulang ke rumahmu dulu, Laras. Di sana kamu sendirian. Dengan kondisi Pak Lukman yang masih belum ditemukan, Tante khawatir kalau kamu tinggal sendiri," kata Dara cepat. “Benar, Laras. Kamu tinggal di sini saja untuk sementara. Kamu nggak perlu merasa merepotkan. Saya dan Dara juga akan menginap di sini beberapa hari karena kondisi Gisel belum sepenuhnya pulih,” sambung Bramantyo. Laras tampak ragu. Pandangannya berpindah dari Bramantyo ke Dara, kemudian berhenti pada Arash. Setelah itu, ia melirik Gisel yang hanya menunduk diam tanpa mengatakan apa-apa. “Baiklah, kalo begitu. Terima kasih banyak, Tante, Om, Mas Arash.” “Sama-sama, Laras. Biar mbok Minah yang nanti siapkan kamar untuk kamu,” jawab Dara lega. Karena kamar di lantai bawah akan digunakan oleh Dara
Last Updated : 2026-09-14 Read more