"Ayah... Hmmm... Aku nggak ngelakuin apa-apa," jawab Arin gelagapan. Jantungnya berpacu gila-gilaan. Tangan kiri wanita itu dengan cepat dan diam-diam menyembunyikan amplop cokelat ke balik punggung. Ia menyelipkannya hati-hati ke pinggang celana di balik kausnya yang longgar. "Tadi pas mau nganterin sarapan, aku lewat dan ngeliat pintu ruang kerja Ayah kebuka. Lemari ini juga kebuka. Jadi... aku niatnya cuma mau nutup," kilah Arin, berusaha membuat suaranya terdengar setenang mungkin.Bramantyo menaikkan sebelah alisnya. Mata tuanya memicing curiga menatap putri semata wayangnya itu.Namun, karena ada hal lain yang lebih penting untuk dibahas, ia tak memperpanjang urusan lemari itu. Pria paruh baya itu berjalan mendekati meja kerjanya."Suamimu belum pulang?" tanya Bramantyo sambil menarik kursi dan duduk.Arin mengatur napasnya pelan. "Belum, Yah. Mungkin ada urusan sama teman-temannya. Kan Mas Nolan punya banyak teman dan klien," jawabnya datar.Bramantyo manggut-manggut sambil m
Last Updated : 2026-09-01 Read more