Begitu melangkah keluar dari area lobi utama Rumah Sakit Medika, Alya bergegas menuju sudut lorong taman yang sepi dan remang. Dengan gerakan cepat, ia merogoh ponsel khususnya, menekan tombol panggil cepat menuju satu-satunya orang yang memegang kunci rahasia kehidupannya."Rian, jemput aku sekarang di pintu samping rumah sakit," perintah Diva singkat, mengembalikan intonasi suaranya yang dingin dan berwibawa."Baik, Nyonya Diva. Saya sudah berada di area parkir luar, dua menit lagi saya tiba," jawab Rian sigap dari balik telepon.Tak sampai tiga menit, sebuah mobil sedan hitam ber kaca gelap berhenti mulus tepat di hadapan Diva. Wanita itu membuka pintu belakang, melangkah masuk, dan menyandarkan tubuhnya yang letih di atas jok kulit yang empuk. Pintu mobil tertutup rapat, mengisolasi seluruh kebisingan dunia luar.Saat kendaraan mewah itu mulai melaju membelah gemerlap lampu jalanan kota malam hari, Diva melepaskan kacamata tebal bertangkai hitam dan wig kusamnya. Jemarinya yan
Last Updated : 2026-10-05 Read more