Marni melotot kaget, menghentikan kalimat caciannya yang sudah berada di ujung lidah. Ia menatap putrinya dengan dahi berkerut dalam, tak percaya dengan perlakuan yang baru saja ia terima."Mir? Kamu ini kenapa, sih?!" seru Marni dengan suara melengking heran, berkacak pinggang. "Kok kamu malah membela dia? Kamu lihat sendiri tidak, suamimu ini dari pagi sudah belagak sok kaya pakai jas sewaan! Harusnya kamu semprot dia biar tidak makin melunjak di rumah ini!""Aku bilang cukup, Bu! Cukup!" bentak Mira histeris, suaranya melengking tinggi hingga dadanya naik turun menahan emosi yang bercampur aduk.Marni terpaku sejenak, namun keangkuhannya terlalu keras untuk runtuh begitu saja. "Loh, kok kamu malah membentak Ibu?! Ibu ini membela kamu, Mir! Pria ini cuma beban! Kamu yang banting tulang kerja di kantor, dia malah enak-enakan gaya-gayaan!""Aku cuma capek, Bu! Jangan tambah bikin kepalaku mau pecah!" balas Mira seraya melempar tas mewahnya ke atas sofa secara kasar.Mira berbalik
Last Updated : 2026-09-06 Read more