Acara dinner yang direncakan Nata ternyata berada di restoran langganan kami. Dari dulu selera Nata tidak pernah berubah, dia suka sesuatu yang intim, privasi, dan sangat tertutup. Restoran itu sendiri bertema makanan Prancis, yang signature dishnya adalah Baguette hangat lengkap dengan truffle butter buatan tangan sang chef. Dulu, saat masih berstatus pengantin baru aku selalu menjadi orang yang paling bersemangat menghabiskan roti pembuka itu sambil bercerita panjang lebar, sementara Nata hanya menyimak. Dulu, aku meromantisasi hal tersebut dengan berpikir Nata adalah pria yang manis, yang lebih senang mendengarkan segala ocehan istrinya, tetapi belakangan aku baru sadar bahwa dia tidak benar-benar menyimak dan justru menganggapku berisik. [] "Bisa kamu diam sebentar?" Kata-katanya malam itu terngiang di kepala saat aku melenggang memasuki restoran tersebut. Nata menatapku dari seb
Last Updated : 2026-08-07 Read more