Kulempar boneka itu ke dalam bak dan kurendam dengan air hangat. Saat kembali ke kamar, kulihat Salsa duduk di kasur sambil terisak."Mama, maaf ...." rengeknya begitu melihatku.Aku menghela napas panjang, lalu duduk di sisinya. Salsa langsung merapat dan memeluk lenganku."Maaf ya, Mama?"Aku mengusap rambutnya yang sudah berantakan setelah seharian bermain. "Coba cerita dulu sama Mama. Bener Salsa nyakar Queen?"Salsa terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk takut-takut."Kenapa, Sayang?""Queen mau ceburin boneka Salsa ke got. Salsa mau ambil, tapi nggak sengaja kecakar tangannya," jawabnya lirih.Aku mengembuskan napas berat. Rupanya, itu yang membuat Salsa menangis sejak tadi."Ya sudah, lain kali hati-hati, ya. Kalau ada yang mau rusakin mainan Salsa, bilang sama orang dewasa. Jangan sampai kalian saling menyakiti.""Tapi Mama bilang Queen saudara, jadi Salsa harus berbagi," sahutnya polos."Iya, Sayang. Berbagi itu baik, tapi bukan berarti Salsa harus membiarkan maina
Last Updated : 2026-07-31 Read more