"Saya nyetir sendiri, Pak." Aku menjawab sambil bergeser menjauh ke kanan.Suasana yang awalnya canggung terasa lebih hidup dengan kehadiran Damian."Bagus, kalau naik KRL saya mau nawarin tumpangan karena jam segini pasti udah nggak ada gerbong yang lewat kan?" tanyanya melirik arloji.Aku hanya mengangguk sopan.Nata tetap pada pendiriannya, memasang wajah lempeng. Tangan di saku, berdiri dengan congkak.Nafasku terembus panjang."Capek ya?" sambar Damian, melirik. "Saya pikir kamu malah udah pulang dari tadi, masalah proyek ini nggak usah terlalu dijadikan beban Lula. Saya dan Andrew pasti akan membantu. Benar begitu, Drew?" tegurnya ke Nata.Mantan suamiku menggumam pendek. "Lebih cepat lebih baik."Damian tertawa. "Benar, lebih cepat lebih baik, tapi kita juga harus adil kalau Lula belum banyak pengalaman, minimal selesai sesuai target aja udah bagus."Dahi Nata mengerut. "Lula?" bisiknya heran men
Last Updated : 2026-08-11 Read more