“Makasih ajakannya Pak, tapi—”“Kalau kamu menolak, saya kecewa sekali Lula,” sela Damian lembut. Bibirnya seperti menari-nari dalam senyuman. “Kamu sudah pernah menolak saya, kalau sekali lagi ditolak, harga diri saya bisa terluka loh.”Aku meringis, tidak menyangka dengan manuvernya. “Saya usahakan, Pak.”“Saya jemput jam dua belas, ya?”“Kalau kerjaan saya udah lega, Pak. Soalnya seperti yang saya bilang, hari ini saya ada meeting sama Pak Andrew.” Aku pringas-pringis, tidak ingin memberikan harapan palsu. “Takutnya jam segitu belum selesai, Pak.”“Oke, kalau gitu nanti saya yang bilang Andrew townhall bisa dilanjutkan after makan siang,” balasnya enteng. Mataku mendelik, bukan seperti ini jawaban yang kuharapkan! “Coba kita tanya langsung saja sama orangnya ya? Andrew...”Aku benar-benar ingin menyembunyikan diri di kolong meja saat Nata yang baru saja tiba dipanggil oleh Damian.Tubuhku langsung
Last Updated : 2026-08-18 Read more