Aku memejamkan mata, berpegangan pada pinggiran meja agar tidak jatuh. Lalu menggeleng kecil. "Nggak pa-pa," sebutku pelan, mencoba menstabilkan pandangan sebelum menoleh.Dan wajah yang kutemukan seketika membuatku mengerjap linglung.Pria itu tampan, wajahnya brewokan, tapi kelihatan bersih dan rapi. Dia masih mencengkeram erat kedua bahuku."Duduk dulu, duduk-duduk," suruh pria itu, di ID Cardnya tertulis Damian. Dia menarikku mundur dan membantuku duduk di kursi pantry. "Sini, badan kamu keringetan, panas dingin? Kayaknya kamu butuh minum ya?""Aku mau bikin kopi," jawabku, melirik mug kosong di atas counter top.Alisnya terangkat. "Kalau ada masalah kesehatan mending jangan ngopi dulu." Tangannya menarik gelas, menuang air putih dan menyodorkannya di depan wajahku tanpa kuminta. "Minum."Sebentar, kenapa dia ngatur?"Ambil," perintah Damian karena aku diam saja tidak bergerak. "Anak baru ya? Saya nggak pernah lihat
Last Updated : 2026-08-01 Read more