"Ketiduran!" sentakku tidak santai menjawab pertanyaannya. "Ini bukan tempat kamu bisa tidur," jawabnya datar dan menyebalkan. Aku langsung meledak, kugenggam stir kuat-kuat dan hampir berteriak di depan wajahnya yang membungkuk di jendela. "Ya apalagi? Mobil aku mogok, kamu nggak lihat? Siapa juga yang mau tidur di dalam mobil yang mesinnya mati? Aku bisa kehabisan nafas di sini!" "Itu kamu paham," tudingnya menunjuk wajahku dengan seenaknya. Heh. Dia tidak paham sindiran atau gimana? Aku ini sedang dongkol denganmu, Nat. Kenapa kamu malah membalas dengan jawaban yang serius? Manusia ini memang tidak diberkahi kepandaian dalam bersosialisasi. Oke, dia pandai dalam bekerja, tapi soal memiliki kepekaan. Dia nol besar. "Geser," perintahnya tenang, mencoba membuka pintu kemudi. Aku segera defensif. "Nggak, nggak pa-apa, aku udah telepon orang bengkel, sebentar lagi mereka datang ke sini." "Mana?" Nata mengadahkan tangannya. "A-apa?" "Mana ponsel kamu," pinta pria itu menggerak
Last Updated : 2026-08-04 Read more