[]“Aku nggak suka, Nat!”Aku melempar tas, melempar ponsel, melempar sepatu heels yang membuat kakiku kram karena berjam-jam berdiri di rumah keluarganya. Aku lelah, takut, dan begitu marah dengan suamiku.Nata mengernyit, dia berjalan ke dispenser lalu meneguk air dengan tenang. “Jangan mulai lagi.”“Kamu duluan yang mulai, apa susahnya bilang kalau kita berdua lagi usaha? Kenapa kamu malah iya-iyain aja omongan Bude Sri yang mau kamu menikah lagi?” pekikku mengamuk.Tidak ada siapapun di apartemen suram ini. Nata yang introvert dan benci bersosialisasi sengaja memilih unit yang luas supaya dia bisa bebas menikmati ketenangan, bahkan dindingnya pun dibuat kedap suara. Tapi semenjak kami pindah ke tempat ini, yang ada hanya amukan, makian, dan frustrasi.“Kamu sendiri kenapa nggak bilang kalau kamu nggak mau suami kamu dijodohin sama wanita lain?” baliknya menuding. “Nggak berani kan?”“Bude Sri itu keluarga kamu bukan kelua
Last Updated : 2026-08-26 Read more