“Mau gimana lagi, aku nggak punya pilihan, waktu kita terbatas.”Damian meringis. “Beliau sengaja ingin bermain-main dan ingin melihat bagaimana reaksi kita.”Aku tidak bisa lebih setuju lagi dengan pendapat Damian. Kami saling berpandang-pandangan. Damian menarik gelas berisi sari apel lalu menyesapnya perlahan. Tidak ada yang minum alkohol di meja kami.Nata tidak suka, aku termasuk yang tidak meminum alkohol, begitupun dengan yang lain. Pertemuan ini murni hanya soal bisnis dan pekerjaan.“Jam berapa keretanya?” Aku bertanya karena merasa canggung kami hanya saling menatap. “Maaf hari ini aku malah lebih banyak di kamar.”“It’s okay, persiapan persentasi pasti bikin kamu gelisah. Aku malah bersyukur kamu bisa tetap fokus.” Damian menggumam santai, lalu melirik arlojinya. “Satu jam dari sekarang aku akan kembali ke Jakarta,” lanjutnya. “Dengar, besok kalau masih ada revisi, jangan sungkan hubungin aku, tim pemasaran akan mengu
Last Updated : 2026-08-31 Read more