“Siapa pagi-pagi udah nelpon?” Aku menggumam mengantuk, meraba-raba nakas untuk menarik ponselku, tetapi benda itu ternyata tidak berdering.Mataku menyipit seraya beringsut duduk, dan menyadari kalau bunyi tersebut dari ponsel milik Nata.Mataku langsung membola.Aku sontak mengeratkan selimut di dada, jantung berdebar keras lalu bernafas teratur saat baru ingat kalau kami tidur di kamar yang terpisah.Hampir saja!“Nggak bisa hari ini, aku sibuk.” Sepertinya Nata sedang menjawab panggilan di depan kamar kami, karena suaranya terdengar dekat, tepat berseberangan dengan kamar ini.Aku meraba bandul kalung yang kukenakan, menyimak suaranya.“Iya, terserah kamu.” Dari intonasinya yang rendah dan lembut, aku bisa menebak mungkin saja itu Calista.Aku meringis, menyingkap selimut, lalu menggulung rambut panjangku.Terbangun di rumah Nata, rasanya asing tetapi juga familiar. Karena yah.. dulu aku pun tinggal
Last Updated : 2026-09-05 Read more