Huek...huek! Linggar memuntahkan isi perutnya.Ilalang memijit punggung dan tengkuk Linggar.Linggar menggeleng.“Sudah, Mas. Aku nggak apa-apa.”Wajah Linggar terlihat pucat. Perutnya masih mulas, sementara suara percakapan Rania dan Sean tentang Ilalang dan Cindy tadi terus berputar dalam kepalanya, hinggah makin membuat perutnya makin bergolak.Linggar memejamkan mata sebentar. Ia tidak ingin memikirkan kemungkinan yang bahkan belum tentu benar. Namun tubuhnya justru terasa semakin tidak nyaman.“Wajahmu pucat.”“Aku mau ke tenda saja. Kalau Mas mau kembali, kembalilah," ucap Linggar dengan menepis tangan Ilalang."Linggar...kamu ini kenapa begini sama aku?"Linggar berdiri tapi sempoyongan.Ilalang segera merengkuhnya dan hendak membawanya berjalan ketika Sean muncul."Linggar kenapa?”“Aku nggak tahu. Tiba-tiba perutnya sakit.”Sean langsung memperhatikan wajah Linggar.“Nyingkir kamu, Lang. Biar aku periksa.”Ilalang menoleh tajam.“Nggak salah suruh aku nyingkir?”“Lang, aku cu
Última atualização : 2026-09-29 Ler mais