Bu Ratih menekan Loos speaker. “Ya, Bu.” “Ilalang makannya masih baik?” Pertanyaan itu membuat Linggar mengerjapkan mata. Ia menoleh kepada Ilalang yang sejak tadi tidak mengalihkan pandangan darinya. “Masih, Bu.” “Syukurlah. Saya sempat khawatir. Ilalang itu kalau sudah suka sambal, susah mengerem. Perutnya sering bermasalah kalau terlalu banyak makan pedas.” Linggar tersenyum kecil. “Sekarang saya sudah tahu, Bu. Jadi sambalnya saya atur biar nggak terlalu pedas.” “Pantas saja kapan hari saat ke Tokyo dia terlihat makin berisi badannya. Kayaknya ada yang memperhatikan pola makannya.” Nada Laras terdengar ringan. “Kalau begitu, selama saya belum pulang, tolong terus perhatikan makanannya.” Linggar terdiam sesaat. Cara bicara Laras membuatnya merasa seperti seseorang yang sudah lama membantu mengurus kebutuhan Ilalang. Linggar mengusap ujung hijabnya. “Iya, Bu.” “Sebentar lagi tahun baru, kan?” “Iya.” "Mungkin kamu belum tahu kalau tahun baru kami sekeluarga kumpul s
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-23 อ่านเพิ่มเติม