"Sudah, jangan banyak tanya."Ilalang segera menarik tangan Linggar untuk naik lift. "Nggak tahu aku sudah puasa berapa hari ini. Ngempet banget," guman Ilalang lirih, tapi cukup membuat Linggar seketika menatapnya. "Mas ngomong apa tadi?"Ilalang menggaruk tengkuknya. "Nggak. Siapa juga yang ngomong."Lantai demi lantai terlewati.Ketika pintu lift terbuka, Ilalang berjalan menuju sebuah pintu sambil menarik koper.Linggar mengikuti saat lelaki itu membuka pintu."Katanya nginap di hotel, kok kita ke apartemen?""Biar hemat, kita di apartemen saja. Nggak bayar."Linggar menatap sekeliling. Ruangan itu luas dan tertata rapi. Ada ruang duduk, dapur kecil, kamar, kamar mandi, serta jendela besar yang memperlihatkan gedung-gedung Tokyo yang sekarang dipenuhi gemerlap lampu menyala. Linggar berdiri terpaku. Warna dinding dan semuanya, hampir mirip kamar mereka. Ia menoleh kepada Ilalang.“Mas…” Linggar menunjuk sekeliling.“Ini, punya...Mas?”Ilalang hanya menatapnya.Linggar merasa
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-12 อ่านเพิ่มเติม