Gagang pintu bergerak, lalu Herman muncul dari balik pintu.“Maaf, Pak.”Langkahnya terhenti sesaat ketika melihat Linggar masih berada dalam pelukan Ilalang. Namun lelaki itu tidak menunjukkan keterkejutan seperti yang mungkin Linggar bayangkan.“Saya bisa keluar lagi, Pak, kalau Bapak belum selesai. Saya sendiri juga pengantin baru, jadi saya faham."Hanya itu yang dikatakannya.Linggar langsung merasa tidak enak hati, sekaligus heran dengan perkataannya. Apa dia tahu soal pernikahan kami? pikir Linggar.Ia mencoba mundur, tetapi lengan Ilalang masih melingkar di pinggangnya.“Tidak perlu.” Ilalang melepaskan pelukannya perlahan.Linggar segera merapikan jilbabnya yang sedikit bergeser. Wajahnya masih terasa panas. Ia tidak berani menatap Herman.“Saya keluar saja, Pak.”Tangannya baru hendak meraih tas ketika Ilalang menahannya.“Jangan pergi.”Linggar menoleh.“Kamu tetap di sini.” Ilalang berjalan menuju meja kerjanya. “Kita belum selesai membicarakan pekerjaan.”Linggar menahan
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-11 อ่านเพิ่มเติม