Linggar menahan napas.Pertanyaan itu membuat seluruh kejadian beberapa hari terakhir kembali berputar dalam pikirannya.Tatapan Rania, ucapannya tentang Cindy, memang membuat Linggar memiliki perasaan tidak sepadan. Terlebih saat Linggar merasa nyaman dengan Ilalang seperti tadi siang, perasaan itu begitu menyiksanya.Linggar membuka mulut. Namun tak ada satu kata pun keluar.Ilalang masih menunggu.“Linggar?”Perempuan itu menatap wajah suaminya. Pria dingin itu seolah memberi rasa nyaman yang beda dengan yang ia alami bersama Rangga.Selama ini Rangga lebih banyak menjadi teman daripada menjadi suami. Perasaan itu berbeda dengan yang Linggar rasakan saat bersama Ilalang. Ada perasaan lain yang tidak bisa ia pahami."Linggar... kamu dengar aku?"Linggar masih diam dan hanya bisa menatap."Ngomong sama aku, apa ada sesuatu?" tanya Ilalang kembali.Kembali rasa nyaman itu datang, membuat Linggar tak ingin menyimpan semuanya sendiri.Malam ini, satu nama hampir saja keluar dari bibirny
Última atualização : 2026-08-25 Ler mais