Linggar bilang, "Nggak perlu. Itu urusan kalian, kenapa aku ikut campur."Ilalang terkekeh."Tuh, Bemeran kan, kamu cemburu?"Pertanyaan itu membuat tangan Linggar berhenti. Untuk sesaat, ia tidak mampu menjawab.Ilalang masih tersenyum, seolah sudah menemukan jawaban yang sejak tadi dicarinya.Linggar menunduk."Siapa bilang aku cemburu?""Aku.""Mas terlalu percaya diri.""Kalau bukan cemburu, kenapa sejak kemarin wajahmu berubah?"Linggar membuka mulut, tetapi tidak ada jawaban yang keluar.Ilalang mendekat sedikit dengan senyumnya yang bmasih adaLinggar menatap lelaki itu. Namun sebelum Linggar sempat bicara Ilalang melanjutkan dengan suara pelan."Padahal perempuan yang menelepon itu..." Kalimatnya terhenti.Linggar menunggu.Ilalang justru menatapnya semakin dalam."Dia adalah orang yang paling aku cintai di dunia ini."Linggar membeku. Namun saat Ilalang menelisilnya, dia cepat-cepat berbicara.“Pantes.” Suara Linggar terdengar pelan, nyaris tenggelam oleh suara orang-orang se
Última atualização : 2026-08-31 Ler mais