Suasana di sekitar mereka mendadak diliputi keheningan canggung usai klaim kepemilikan mutlak yang diucapkan Sean. Ethan dan Zavier saling melempar pandang, lalu terkekeh pelan untuk mencairkan ketegangan yang mendadak terasa di antara mereka."Wah, luar biasa. Selamat ya, Sean, Stella," ujar Ethan seraya menganggukkan kepalanya penuh rasa hormat. "Kami benar-benar tidak menyangka kalian berdua yang akhirnya bersatu. Pasangan yang sangat serasi.""Benar," puji Zavier menimpali dengan tulus. "Ratu sekolah kita akhirnya jatuh ke tangan sang kapten basket. Takdir memang tidak ada yang tahu."Stella hanya mengulas senyum tipis yang anggun, jemari lentiknya menepuk pelan lengan Sean yang masih merangkul pinggangnya dengan sangat erat. "Terima kasih, Ethan, Zavier. Senang sekali bisa bertemu kalian lagi setelah sekian lama.""Iya, lama banget gak dapet kabar kamu, Ste. Tiba-tiba udah sold aja."celetuk Zavier cepat lalu di senggol oleh Ethan karena Sean seketika merengut."Kalau begitu, kami
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-22 อ่านเพิ่มเติม