"Syahnaz, jangan lupa, setelah menaruh piring kamu naik lagi," ujar Stella tenang saat melangkah keluar dari kamar utama lantai tiga.Syahnaz yang berdiri tak jauh dari pintu kamar segera merapat, menunduk hormat. "Baik, Nyonya. Tapi, barusan dokter Fiona turun menyiapkan sarapan untuk anda, Nyonya.""Oh, tidak masalah, itu bisa dimakan setelah aku berolahraga," balas Stella santai, menyunggingkan senyum tipis yang hangat sebelum ia kembali melangkah masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan pakaian suaminya.Suara gemericik air dari kamar mandi utama akhirnya reda, berganti dengan decitan pintu kaca yang terdorong terbuka. Sean melangkah keluar dengan handuk putih melilit pinggangnya, jemarinya sibuk mengeringkan rambutnya yang basah. Namun, langkah pria itu mendadak terhenti di tengah ruangan.Sean tertegun. Matanya menatap lurus ke arah kemeja putih berkerah tegas yang sudah terekspos rapi di atas tempat tidur, lengkap dengan jas hitam eksklusif, celana kain senada, dasi sutra, hingga
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-20 อ่านเพิ่มเติม