"Dokter Maria, boleh tinggalkan saya, saya ingin istirahat," pinta Stella malam itu. Suaranya terdengar lembut namun tersirat keletihan mendalam dari tumpukan beban pikiran yang mengimpitnya sepanjang hari."Oh, baik, Nyonya," jawab Dokter Maria sopan seraya merapikan kembali nampan perlengkapan medis di atas meja nakas. "Nanti, kalau terjadi sesuatu kabari saya," jawabnya cepat seraya menunjuk tombol pemanggil darurat yang terpasang di sisi tempat tidur."Tentu. Terima kasih, ya?" Stella melempar senyum kaku, mencoba menyembunyikan ketergesaan yang bergejolak di balik matanya.Setelah kepergian sang dokter pribadi dan terdengarnya derak kunci diputar dua kali dari luar oleh pengawal yang bersiaga, Stella tidak membuang waktu. Ia menyapu pandangan ke sekeliling kamar utama yang temaram, memastikannya benar-benar aman. Dengan gerakan cepat dan hati-hati, Stella menjangkau tas tangannya yang diletakkan di dalam lemari kecil di samping ranjang, lalu menarik keluar ponsel pribadinya.Lay
Last Updated : 2026-08-30 Read more