"Sepertinya tidak benar begini. Sean, Nenek akan aturkan kalian berlibur berdua saja dengan istrimu," ucap Nenek dengan nada suara yang tenang namun tak membantahkan, memotong ketegangan yang masih mengendap di ruang makan.Sean tersentak pelan. Pria itu mengalihkan pandangannya dari meja makan dan menatap sang nenek dengan raut ragu. Di tengah kekacauan masalah Chelsea, kehamilannya yang misterius, serta sikap Stella yang kian membenteng diri, tawaran liburan mendadak ini terasa seperti tekanan tambahan baginya."Nek, Sean tidak bisa lama, perusahaan butuh Sean," tolak Sean halus seraya memajukan tubuhnya sedikit.Melihat reaksi Sean yang terkesan enggan dan menolak pergi bersamanya, Stella yang duduk di samping Nenek langsung mengambil sikap jual mahal. Ia memajukan tubuhnya sedikit, memandang Nenek dengan raut wajah penuh penolakan halus."Nek, sepertinya Stella belum bisa perjalanan jauh naik pesawat," potong Stella dengan nada tenang, berpura-pura enggan agar tidak terlihat seper
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-25 Mehr lesen