"Sean, aku mohon…" ucap Stella akhirnya, terpaksa mengeluarkan kata-kata mutakhirnya. Suaranya berguncang pelan, sarat akan desakan dan rasa putus asa yang mendalam.Mendengar bisikan lirih itu, Sean menghentikan gerakannya. Pria itu menghela napas panjang, menatap Stella dengan kedalaman iris matanya yang samar ditimpa cahaya temaram."Tidak bisakah setelah aku kembali?" tatap Sean lagi, mencoba menekan dominasinya menjadi sebuah kompromi.Stella kembali menghela napas panjang, menatap lurus ke dalam manik pekat suaminya seraya berkata, "Berdosakah aku sebagai anak berbakti pada orang tuaku, bahkan mungkin itu di detik-detik terakhirnya?""Jangan mengumpamakan hal buruk seolah-olah papamu akan mati besok, Stella," potong Sean dengan suara rendah namun tajam. "Aku bukan tidak mau mengizinkanmu, karena aku besok pagi-pagi buta sudah berangkat.""Aku bisa pergi sendiri," tegas Stella tak mau kalah."Aku tidak mengizinkannya, Stella.""Kenapa, Sean?""Aku tidak bisa percaya siapa pun sek
Last Updated : 2026-08-31 Read more