"Demi aku?" Stella terkekeh getir, menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa seraya bersedekap dada. Pandangannya lurus mengunci manik mata Sean yang memerah akibat lelah dan amarah. "Atau demi kepentingan kamu sendiri, Sean? Kamu mengurungku di lantai tiga ini seolah-olah aku adalah kriminal yang tidak bisa dipercaya. Makanya kamu awasin aku!”Sean mendengkus kasar, jemarinya meremas rambutnya sendiri sebelum menatap Stella dengan tatapan tak kalah tajam."Jangan mulai, Stella!” potong Sean dingin.“Kamu tega-teganya buat Clarissa seperti itu, sudah jelas, dia satu-satunya orang di rumah ini yang masih berpikir netral! Dan kamu membuatnya membenciku?”“Cukup, Stella! Tolong hargai usahaku sedikit saja. Aku terburu-buru pulang hanya khawatir terjadi sesuatu denganmu. Tapi, begitu sampai rumah kamu malah menekanku hanya karena Clarissa protes. Dia itu anak kecil, belum paham apa yang terjadi. Semua ini aku lakukan demi keselamatan kamu. Aku gak mau anak ini kenapa-kenapa, sesuai perin
Last Updated : 2026-09-04 Read more