"Yang Mulia! Apa benar berita yang kudengar itu? Anda... Anda benar-benar akan pergi ke perbatasan utara bersama wanita sialan itu?!" Suara nada melengking penuh protes itu memecah kesunyian malam di Paviliun Bunga Anggrek. Selir Yao Xian menerobos masuk tanpa diundang, napasnya memburu dengan dada naik-turun menahan amarah dan rasa tidak terima yang meluap-luap. Kaisar Zhao Jun yang berdiri di dekat jendela, tengah mengasah mata pedang perangnya dengan batu asahan, tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya. Pria itu menggoreskan pisau baja itu perlahan, menciptakan suara bergesek tajam yang mencekam. "Jaga nada bicaramu, Yao Xian," ujar Zhao Jun dingin, tanpa menoleh. "Berita itu benar. Aku akan berangkat besok pagi." Mendengar konfirmasi itu, wajah Selir Yao Xian berubah pias. Wanita itu bergegas mendekat, langsung menghambur memeluk lengan sang kaisar dengan rengekan manja yang dibuat-buat semanis mungkin. "Kalau begitu, bawa hamba ikut serta, Yang Mulia!" bujuk Yao Xian,
Last Updated : 2026-08-25 Read more