"Sekarang katakan... apa lagi yang kau inginkan dariku, Permaisuri Zi Han?" Hembusan napas hangat Zhao Jun menerpa permukaan bibir Zi Han dari jarak yang teramat dekat. Cengkeraman lembut di dagunya masih terkunci rapat, seolah menuntut kepatuhan dari permaisuri yang selama ini selalu menunduk di hadapannya. Namun, otak modern Zi Han bekerja dengan sangat cepat. Rasa kaget dan keterpakuannya hanya bertahan beberapa detik sebelum naluri bertahan hidupnya mengambil alih. Tatapan jujur Zhao Jun tidak membuat Zi Han luluh, sebaliknya, itu menjadi celah emas baginya untuk membalikkan keadaan secara total. Zi Han menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kemenangan. Dengan gerakan tenang, ia mengangkat tangannya, perlahan menepis cengkeraman Zhao Jun dari dagunya. "Kau menawarkan perhatianmu secara cuma-cuma, Yang Mulia?" tanya Zi Han dengan nada mengintimidasi balik, melangkah mundur satu tapak untuk memberikan jarak. "Maaf saja, tapi aku tidak membutuhkan obral kata-kata manis. Jika
Last Updated : 2026-08-31 Read more