"Jadi... kau sedang menyuruhku memanggil tabib untuk memeriksa jiwa Permaisuri Agung kekaisaran ini, Yao Xian?" suara Zhao Jun bergema rendah, penuh kepungan dingin yang menusuk tulang. Selir Yao Xian makin menundukkan kepalanya, menyatukan jemarinya di atas lantai marmer seraya terisak pelan. "Hamba tidak bermaksud merendahkan Permaisuri, Yang Mulia. Hamba hanya prihatin. Sejak sembuh dari sakit berat itu, beliau banyak berubah. Beliau menjadi sangat curiga, agresif, dan kini... menuduh hal yang tidak pernah terjadi di istana belakang." "Cukup, Yao Xian!" bentak Zi Han dengan mata membelalak penuh amarah. Tangannya mengepal rapat di sisi tubuhnya. "Sandiwara murahanmu ini sungguh menjijikkan! Kau membungkam mulut para selir dalam semalam, lalu sekarang berlagak menjadi korban yang prihatin?!" Menteri Hukum langsung mengambil langkah maju, membungkuk dalam dengan raut wajah penuh penekanan. "Yang Mulia Permaisuri Agung! Mohon jaga wibawa Anda di Aula Agung ini! Kesaksian puluhan se
Last Updated : 2026-10-07 Read more