Badrun, yang masih meringis kesakitan sambil memegang perutnya akibat tendangan Maman tadi, menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.Dahinya berkerut tajam saat melihat seorang gadis remaja berambut sebahu berdiri mematung di samping motor dengan wajah pucat."Eh, ada mangsa baru dateng rupanya," seringai Badrun licik, menyeka keringat di dahinya. Ia melirik dua anak buahnya yang juga mengurungkan niat menyerang Maman. "Mau jadi pahlawan kesiangan, hah? Cantik-cantik kok bego, malah nyamperin kandang macan!"Melihat Ririn nekat datang kembali ke rumahnya di saat yang sangat berbahaya seperti ini, dada Maman mendadak bergemuruh.Ada rasa cemas yang teramat sangat menyelimuti hatinya, bukan karena ia takut menghadapi ketiga preman tersebut, melainkan karena ia takut Ririn sampai terluka akibat keterlibatannya."Rin! Buat apa lo balik kemari?! Pergi dari sini sekarang, cepat!" bentak Maman tegas, memecah fokus para preman yang mulai mengalihkan pandangan mereka ke arah sang gadis.Riri
Last Updated : 2026-08-31 Read more