"Satu batalyon preman kamu bilang? Emangnya bapak aku mau tawuran massal?" Lisa mendengus pelan, meski ketakutan di matanya perlahan memudar berkat senyuman santai Maman. Gadis itu merapikan rambutnya yang masih sedikit lembap, lalu menatap Ririn yang duduk di sisi sebelahnya. "Eh, Rin, kamu beneran nggak marah aku meluk-meluk Maman tadi?" Ririn terkekeh renyah sambil melambaikan tangannya. "Dih, ngapain marah? Capek tahu cemburu mulu. Lagian kalau dipikir-pikir, saingan aku bukan cuma kamu doang, Lis. Bisa jadi nanti pas Maman keliling nyari koin, separuh cewek se-kecamatan diboyong ke rumahnya." "Wah, usul yang bagus tuh!" sahut Rudi yang tiba-tiba muncul dari balik pintu sambil membawa secangkir kopi hitam hangat dan sepiring ubi rebus. "Kalau Maman bikin padepokan cewek, gua mau dong diangkat jadi bendahara atau sekalian humas-nya. Biar kecipratan rejeki, hehe..." "Jaga omonganmu, Rud!" seru Ririn dan Lisa bersamaan, membuat Rudi langsung meringis sambil mengangkat kedua ta
최신 업데이트 : 2026-09-09 더 보기