Sore hari di dalam hutan kabut.SRIING!“Celaka! Kita terkepung tuan putri,” Jantaka mencabut pedangnya.“Tetap di atas kereta! Aku akan melindungi anda,” teriak Jantaka seraya melompat menahan dua serangan musuh.Trang! Trang!Dua pedang berbenturan dengan pedang Jantaka, membuat musuh terpundur beberapa langkah, sementara Jantaka kembali mendarat di kereta.Ada sekitar 20 pria berpakaian hitam yang menghadangnya, mereka menggunakan penutup wajah dari kain yang juga berwarna hitam sehingga Jantaka tidak dapat memastikan entah siapa mereka.“Tuan pendekar,” putri Anandya gemetar ketakutan.“Tuan putri tenang saja, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu,” ujar Jantaka sembari menggenggam kuat gagang pedangnya.“Siapa kalian? Mengapa menghadang kami? Jika yang kalian cari adalah harta rampokan, maka mohon maaf, kami tidak membawanya,” teriak Jantaka ingin memastikan.“Hahaha, persetan dengan harta, yang aku butuhkan cuma gadis cantik yang kau bawa, serahkan dia maka dirimu akan
Last Updated : 2026-08-13 Read more