“Oii, bangun! Apa kau masih hidup, teman?” seru Arga pada Jantaka yang masih berada di punggung-nya.Bersama Ariani, Arga saat ini telah tiba di atas bukit padang rumput, di sana Juga terdapat Liwa yang sedang asyik mengunyah makanannya.Uhuk! Uhuk!Jantaka terbatuk dua kali, dia menutup mulutnya karena takut mengenai pundak Arga.“Turunkan dia, tuan muda, sepertinya luka Jantaka semakin parah,” pinta Ariani khawatir.Benar saja, saat Arga membaringkan Jantaka di atas rumput, wajah pemuda itu sudah sangat pucat seperti kehilangan banyak darah.Padahal di tubuhnya tidak terdapat luka robek, membuat Arga bingung entah luka apa yang pemuda itu derita.“Ini …? Dia barusan ternyata muntah darah, Ariani,” ungkap Arga panik.Tangannya tidak sengaja bersentuhan dengan telapak tangan Jantaka, saat di rasa, Arga seperti menyentuh cairan kental yang terasa hangat.Dan benar saja, ketika Arga pastikan dengan mendekatkan cahaya obor, dia melihat ada gumpalan darah di tangannya.“Tidak usah khawati
Last Updated : 2026-07-26 Read more