“Hahaha, aku selalu yakin dengan putra mahkota, waktu itu dia hanya belum dewasa saja,” panglima Kunta tertawa.“Bukankah ini adalah kaki gunung Lawu yang masuk pada wilayah kerajaan kecil Bunisora?” tanya Senopati Suta memastikan.“Benar, mengapa anda baru bertanya sekarang?” jawab panglima Kunta.“Hahaha, aku hanya heran saja mengapa dirimu memilih ke arah sini,” sembari Suta tertawa.“Hahaha, entahlah, aku hanya mengikuti kata hati saja,” panglima Kunta ikut tertawa.“Meski kukira pikiranmu bodoh, tapi tidak apalah, kita nikmati saja pengembaraan ini,” Senopati Suta menggeleng.“Hahaha, bukankah sudah kubilang dari dulu, nikmati saja,” panglima Kunta kembali tertawa.“Benar, hahaha. Tapi apakah mungkin putra mahkota ada di tempat seperti ini? Bukankah dia pemuda yang manja?” tanya Senopati Suta.“Hahaha, aku tidak tahu, tapi jika anda yang lari dari rumah, ke mana kira-kira tempat yang akan dituju? Tanpa uang? Tanpa simbol identitas? Bahkan tanpa ada orang yang menemani?” tutur pan
Última actualización : 2026-08-20 Leer más