Raut wajah Wajah Davina seketika mengeras. Matanya menatap tajam, tangannya yang tadi bersedekap kini mencengkeram ujung sofa dengan erat. Kaira menunduk, masih menunjukkan senyumnya saat berujar, “Maaf kalau aku kurang sopan ngomongnya dan ganggu Mbak Davina. Ada lagi yang mau Mbak omongin?” Davina mendengus, membuang wajahnya. “Nggak ada.” “Aku permisi kalau gitu, Mbak.” Sebelum Davina berubah pikiran, Kaira bergegas. Ia keluar dari kamar dan menuruni undakan tangga. Dari bawah, Kaisar terlihat berjalan naik. Alisnya berkerut saat bertanya, “Apa yang kamu lakukan dari kamarku, Ra?” “Mbak Davina minta aku buat ambil baju kotor.” “Jangan mau lain kali, biar diambil sama pelayan aja.” “Nggak apa-apa kok, Mas.” Kaira melangkah melewatinya, meletakkan keranjang itu ke ruang laundry. Menghadap ke mesin cuci besar itu, ia menggigit bibirnya. Jantungnya berdegup sangat kencang mengingat ia yang baru saja menjawab Davina seperti itu. Tapi, selain teguran itu, ada hal lain yang memb
Terakhir Diperbarui : 2026-08-13 Baca selengkapnya