“Terus, Sayang! Lakukan sambil berdiri…” Freya seketika membeku. Tangannya yang baru saja ingin mengetuk pintu kamar untuk memanggil Rendra, suaminya selama dua tahun ini, seketika gemetar.“Mas Rendra… Kamu…”Suara itu terdengar menjijikan, bukan suara wanita, tapi Freya sedang mendengar suara seorang pria sedang beradu erangan dan desahan dengan Rendra. Apa mereka sedang melakukan Video Call? Freya sampai mual mendengarnya.“Apa-apaan ini?” gumam Freya, tangannya mendekap mulut. Jijik sekali mendengar suaminya sedang 'memuaskan hasrat masing-masing' secara virtual lewat sambungan video call. “Sakit tapi enak, Beb! Aahhh, sumpah aku nggak sabar kita ketemu dan ngelakuinnya secara nyata ...” Rendra mendesah manja. “Aku juga ....” “Terus ya ... aaah, terus ....” “Aku udah keluar.” “Aku juga ... aaah, enak banget, Sayang. Jadi kapan kamu ke Jakarta?” Freya semakin ternganga, perasaannya berantakan dan perutnya seakan sedang diremas-remas sampai mual. “Kita nggak bisa ngelakuinn
Last Updated : 2026-07-15 Read more