Share

Tidak Lagi!

Author: i'mdream
last update publish date: 2026-08-19 21:59:59

Suara alarm yang bising membangunkan Anya dari tidurnya.

Memang, itu tujuan alarm, kan?

Namun, tetap saja Anya masih mengantuk.

Dengan mata setengah tertutup, ia berjalan mengambil handuk, lalu menuju kamar mandi.

Hari ini ia harus masuk sekolah, walaupun kondisinya belum sembuh total.

---

Anya menuruni tangga dengan tas sekolah sudah berada di punggungnya.

Matanya langsung tertuju pada dua orang yang sudah duduk rapi di tempat masing-masing.

Papanya duduk di kursi single yang berada tepat di b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Cupu Sang BadBoy   Kantong Kresek

    “Ti-Tian,” ucap Tres dengan wajah yang langsung memucat.Bagaimana Tian bisa muncul di sini?! batin Tres.Tatapan Tian tajam menusuk ke arahnya.Entah kesialan apa yang menimpanya hari ini.Anya menatap keduanya secara bergantian."Aww!"Anya langsung memegang kepalanya yang baru saja terkena lemparan kantong kresek dari Tres.Kesambet apa, sih, dia? Tiba-tiba lemparin kresek ke kepala gue. Mana kepala gue kena botol susu stroberi lagi.“Lo tuh udah cupu, nggak tahu diri lagi! Lo kira gue bakal nerima makanan murahan lo itu?” tunjuk Tres kepada Anya.Anya mengerutkan kening.Maksudnya apa, coba? Kan yang bawa barang itu dia. Kenapa malah bilang kebalikannya?Baru saja Anya ingin tersanjung karena berpikir Tres sengaja membawakan susu stroberi kesukaannya.Ternyata ia salah.Aneh banget.Sementara itu, Tres sudah meninggalkan tempat tersebut.Kini hanya tersisa Anya dan Tian.“Mana?”“Apanya?” tanya Anya balik, masih bingung dengan kejadian barusan.“Yang tadi!” ucap Tian datar.Anya y

  • Pelayan Cupu Sang BadBoy   Tidak Lagi!

    Suara alarm yang bising membangunkan Anya dari tidurnya.Memang, itu tujuan alarm, kan?Namun, tetap saja Anya masih mengantuk.Dengan mata setengah tertutup, ia berjalan mengambil handuk, lalu menuju kamar mandi.Hari ini ia harus masuk sekolah, walaupun kondisinya belum sembuh total.---Anya menuruni tangga dengan tas sekolah sudah berada di punggungnya.Matanya langsung tertuju pada dua orang yang sudah duduk rapi di tempat masing-masing.Papanya duduk di kursi single yang berada tepat di bagian tengah, sedangkan mamanya duduk di kursi pertama di samping papanya.Anya menghela napas pelan.Entah kapan mereka datang.Semalam, setelah makan malam, Anya kembali ke kamarnya dan menghabiskan waktunya di sana.Ia kembali teringat obrolannya dengan sang kakak terakhir kali mengenai oleh-oleh yang dititipkan untuknya.Ya sudah, aku nggak akan minta. Kalau mereka kasih, baru aku terima.“Selamat pagi, Pa. Selamat pagi, Ma.”Tidak ada jawaban.Hanya anggukan kecil dari mamanya tanpa menoleh

  • Pelayan Cupu Sang BadBoy   Panggilan Tak Terduga

    Pukul 06.00 tepat, Anya selesai membersihkan dirinya. Ia merapikan pakaian dan barang-barangnya.Dengan langkah tertatih, ia menuju sofa tempat Bibi War masih tertidur pulas.Saking pulasnya, Anya sampai tidak tega untuk membangunkan bibinya.Mereka masih berada di rumah sakit.Semalam, Anya memaksa ingin pulang. Namun, Bibi War tidak kalah kerasnya. Melihat kondisi Anya yang cukup parah, Bibi War memaksa agar mereka baru pulang pagi-pagi sekali.Anya menggoyangkan pelan tubuh Bibi War hingga wanita itu terbangun.Sepertinya, Bibi War cukup lelah karena menjaganya sepanjang malam.Akhirnya, Bibi War terbangun. Matanya langsung tertuju pada semua barang bawaan mereka yang sudah rapi dan tersusun pada tempatnya.Tidak perlu ditanya lagi.Sudah pasti Anya yang membereskannya.Bibi War menatap Anya dengan bangga.Walaupun kondisinya sedang tidak baik, gadis itu tetap tidak mau terlalu merepotkan dirinya.“Terima kasih, Non,” ucap Bibi War.“Sama-sama, Bibi sayang,” balas Anya dengan senyu

  • Pelayan Cupu Sang BadBoy   Pulang

    Anya menyalakan ponselnya, hanya untuk melihat jam.Matanya langsung membulat sempurna.Pukul sepuluh malam.“Aku harus apa sekarang?” tanya Anya pada dirinya sendiri.Untuk berdiri saja ia sudah tidak mampu. Kakinya sakit, tangannya pun begitu. Kepalanya juga masih ditempeli sedikit perban.“Aku kayak korban tabrak lari, deh,” ucapnya sambil memandangi kedua kakinya.Lutut kirinya diperban. Siku kirinya pun begitu.Dan sekarang, ia baru sadar kalau kacamatanya tidak ada.Anya membuka aplikasi hijau di ponselnya.Sejujurnya, saat ini ia tidak tahu harus menghubungi siapa.Ia ingin memberitahu kakaknya, tetapi pasti orang tuanya juga akan tahu. Dan itu akan menjadi masalah besar.Anya memikirkan satu nama yang pasti saat ini sedang pusing mencarinya.Bibi War.Anya langsung menelepon bibi kesayangannya itu.Tidak butuh waktu lama, teleponnya diangkat.“Halo, Bi.”“Non! Ya ampun, ke mana aja, Non? Bibi cariin kamu. Tadi Bibi telepon, tapi nomor kamu nggak aktif. Non baik-baik aja, kan?

  • Pelayan Cupu Sang BadBoy   Siapa yang Menyelamatkanku?

    “Gimana menurut kalian rencana aku?” tanya Chelsea dengan semangat. Saat ini, ia bersama Tres dan Clara sedang duduk di dalam kelas. Kebetulan, siswa yang lain sedang istirahat sehingga hanya mereka bertiga yang berada di kelas. Chelsea baru saja memberitahukan rencana busuknya terhadap Anya. “Tapi, Chels... nggak terlalu berisiko, kah?” Tres merasa berat hati. Masalahnya, rencana ini sudah seperti tindakan kriminal. Awalnya, ia memang hanya ikut-ikutan Chelsea dan Clara untuk membully Anya. Namun, ia tidak pernah berniat sampai membuang Anya ke hutan belantara. Chelsea berencana membuat Anya tersesat di hutan. Minimal satu atau dua hari, baru mereka akan memulangkannya kembali. Sungguh sangat kejam. “Gimana kalau ada orang yang jahatin dia, Chels?” Tres masih tidak setuju dengan rencana gila Chelsea. “Ya udah sih, berarti itu hari sialnya dia. Ngapain juga gue peduli?” balas Chelsea sambil menyodorkan kuku-kuku barunya. Chelsea sebenarnya sengaja memamerkan kuku-kuku barunya

  • Pelayan Cupu Sang BadBoy   Tersesat

    Terhitung sudah dua hari setelah acara ulang tahun Tres, dan baik Tian, Chelsea, maupun kawan-kawannya tidak ada yang pernah sedikit pun mengganggu Anya.Apa mereka udah nggak marah lagi, ya, sama aku?“Aneh banget,” ucap Anya lagi dengan kening mengerut.Saat ini, ia tengah menikmati susu stroberinya di bawah pohon mangga, seperti biasanya.Tapi bagus deh kalau mereka udah nggak niat ganggu aku lagi. Jadi hidup aku bisa tenang kayak dulu lagi.Namun, sepertinya Anya terlalu berharap.Ponselnya tiba-tiba bergetar. Ia membukanya dan melihat pesan yang berasal dari Tian.Ke ruang olahraga. Ada tas hitam. Lo anter ke alamat ini. Ojek online-nya udah tunggu di depan gerbang. Sekarang!Itu adalah pesan yang dikirimkan Tian.“Ish, emang harus banget sekarang, ya? Tapi ini masih ada satu mata pelajaran lagi,” gerutu Anya.Maaf, Tian. Boleh pulang sekolah dulu nggak? Ini aku masih ada satu pelajaran lagi.Anya membalas pesan Tian.Ia tidak bisa seenaknya membolos pelajaran. Orang tuanya pasti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status