FARIN POV Satu minggu sudah keadaanku dan Mas Arlan belum membaik. Aku masih belum mengatakan pada Mas Arlan, bahwa aku sedang mengandung anak yang ditunggunya. Aku datang menggunakan taksi dan bertemu dengan Reyna di depan lift. “Kok tumben terlambat, Bu?” tanya Reyna saat pintu lift terbuka. Aku hanya menggelengkan kepalaku pelan. “Rey, mungkin lusa saya cuti. Bantu carikan tiket penerbangan ke Korea, saya membutuhkannya,” kataku lirih. “Bu Farin baik-baik aja? Kok tumben gak kaya biasanya, Bu,” heran Reyna. “Gak jadi lusa, besok aja. Bantu saya ya, Rey,” kataku yang langsung masuk ke ruanganku. Hari ini morning sick yang aku rasakan belum juga berhenti, aku masih saja mual hingga terlambat seperti ini. “Sabar, Nak. Besok kita liburan,” ucapku lirih sambil mengusap perutku. Satu bulan sudah aku membawa satu nyawa lain di rahimku. Aku meng
Last Updated : 2026-10-01 Read more